Senin, 26 September 2016

Centre Point Dilapor ke DPRDSu Fraksi PDI Perjuangan

Sutrisno Pangariban SE Akan Pantau Restaurant Grand Duck
 
Medan, SSMP45 
DPRDSu dari Fraksi PDI Perjuangan Sutrisno Pangaribuan SE menerima kedatangan tamunya pemiik Restaurant Grand Duck Yanty didampingi Roy Sianturi SH kuasa hukumnya, di ruang Fraksi PDI Perjuangan Kantor DPRDSU Jln Imam Bonjol Medan, Senin,(26/9) Pukul 16.00 Wib
Sutrisno sangat terkejut dan prihatin menerima keluhan dari Ibu Yanti adanya pelanggaran hukum dan perjanjian pihak Centre Point serta surat managemen Centre Point Nomor 435/SP/FA/C.Point/VIII/2016 ditanda tangani TR & Leasing Manager Mery Kohir dan Liany Br Simatupang terkait penutupan outlet Restauran Grand Duck tertenggal 23 Augustus 2016 lalu menuliskan ancaman opererasional harus tutup setelah empat belas hari kemudian dari tanggal 31 Agustus 2016 agar mengosongkan restaurant, eksekusi sepihak dari pihak Centre Point tertanggal 19 September 2016 kami tak beroperasilagi tutur Yanty sambil menitikknan air mata ini merupakan sahabat dan tetangga Wakil Walikota Medan Akhiyar dan DR Sofian Tan yang pernah mengunjunginya di Jln Dairi Medan beberapa waktu lalu.
Yanti  mengaku, pasalnya terkait tekanan telah dideritanya merugi mencapai Rp 3 Miliar  "Saya sudah membayarkan down payment untuk restauran Grand Duck  sebesar Rp676.000.000,-(enam ratus tujuh puluh enam juta rupiah) sedangkan deposit sewa tempat 3 bulan telah dibayar Rp 47.355.000,-(empat puluh tujuh juta tiga ratus lima puluh lima ribu rupiah) sejak Tahun 2015 lalu selama hampir setahun saya usahai tak bisa berkembang maju dikarenakan adanya pelanggaran perjanjian yakni: pertama saya tak bisa mengurus surat usaha dagang Restaurant Grand Duck dikarenakan IMB Gedung Centre Point tak memiliki IMB  
Masa habis kredit seharusnya 5 tahun, tetapi  menyuruh kami untuk mengosongkan restauran Grand Duck , artinya kami tak berhak atas aset milik saya dalam restauran sebesar Rp 1 Miliar berupa barang-barang seperti dekorasi,  berupa dinding kayu, kaca tebal, plafon, kursi, meja, cerobong asap, peralatan dapur, bufet,  lemari es/kulkas besar ada lima buah, kompor gas besar 8 buah dan barang pecah belah piring, sendok, talam, teko, talam, pisau, kain pel, sendok dan lainnya masih banyak lagi tak dapat saya sebutkan,

Lalu Yanti menjelaskan atas perjanjian tak menyebutkan adanya uang kembali bila tak lanjutkan pembayaran bahkan ada tertulis "One Prestasi" urai Yanti.

Melihat dari uraian dalam pernyataannya dalam perjanjian, apakah pantas saya  keberatan bila aset diambil dan duit yang telah diberikan kepada pihak Centre Point tersebut?" tanya Yanti 

Lalu Sutrisno menyimpulkan bahwa dalam pihak Centre Point tersebut, yang bertindak salah dan terlalu gegabah adanya dugaan penipuan sebagai selain pihak Centre Point sesuai  peraturan dunia usaha seharusnya sadar selain tak punya IMB itu justru membina usaha anda, bukan membinasakan usaha anda, tutur Sutrisno

Sutrisno dengan sedikit agak kesal melihat ulah pihak Centre Point yang terkesan ala kompeni itu, ia juga telah berjanji akan melakukan pengamatan ke Restauran Grand Duck milik Ibu Yanti  bersama wartawan elektronik dan media cetak sebelum lanjut ke ranah hukum, imbuhnya  (***)
 

Senin, 29 Agustus 2016

Kelompok Tani Berjuang Murni Marindal I Terima Surat Balasan dari Staf Presiden RI


Ketua Harian Kelompok Tani Berjuang Murni Maridal I Medan sejak Tahun 2000  boleh lega ada balasan Surat dari Pres RI Jokowi melalui Staf Kepresidenan RI dto Agus Widodo akan bertemu di Medan atau Istana Negara, tutur Tao Mindoana Br Simamora bersama anggota kelompoknya. Mindoana bertutur sambil meneteskan air mata menururkan, " Puji Tuhan, setelah sekian lama berjuang, dengan mengorbankan hati,  pikiran bahkan pengorbanan phisik, jiwa baik materal maupun mental, tutur Tao Mindoana Br Simamora

Kita siap laksanakan apabila Tuhan izinkan semua anggota yang bersedia akan diajak lho, meskipun marutang-utang pe taho....bah!!!!!, imbuh Tao Mindoana didampingi  Anggota Kelompok Tani Berjuang Murni Marindal I Medan, Nurlince Hutabarat SPd Kabid Infokom Perempuan LIRA Sumut, Anggota Bapillu Sumut PDI Perjuangan 2009

Sabtu, 13 Agustus 2016

Bishop GKPI Harus Copot Pdt Wilfred Ernanda Hutapea STh


Pdt Wilfred Ernanda Hutapea STh Bohongi Majelis Hakim PN  Lubuk Pakam 
                                            Pdt Wilfred Ernanda Hutapea dan Berliana Silaban


                                                   Pdt Wilfred Ernanda Hutapea saat disumpah jadi Saksi dan 

                                                      Berliana Silaban saat keluar dari kursi persidangan
Lubuk Pakam,                                                                                                   Sidang  kasus antara jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia Batangkuis  Pdt Wilfred Ernanda Hutapea  Pimpinan Jemaat GKPI Batang Kuis  disidangkan sebagai saksi di Pengadilan Lubuk Pakam Rabu ( 3/8/2016) lalu terkait adanya laporan Polisi  di Polres Deli Serdang  LP No: 531/IX/2015 dalam laporan tertanggal 8 Desember 2015,  
Kemudian  Sampul Berkas Perkara Nomor:/234/X/2015/Reskrim dilanjutkan P21 di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Pdt Wilfred terkesan menabur angin dan menuai badai, yang berangkat dari pelataran rumah termasuk saksi Pdt Wilfred Ernanda Hutapea adalah terkesan penghasut (provokator) sebagai aktor terlapor seharusnya ditingkatkan menjadi  tersangka  atau terdakwa, ujar Elpina.
Ditegaskan Elpina, sebagai Seorang Guru SD Negeri  Berliana Silaban bersama gerombolan jemaat GKPI Serdang berkumpul dari pelataran rumah Pendeta Gereja  didampingi  sang pendeta   Pdt Wilfred Ernanda Hutapea  ini sangat   tidak  etis seperti orang yang tidak berpendidikan dan tak  bermoral  yang menghina, menyorak-nyoraki  terkesan terencana  menuding   Elpina Ris Imelda  dan M Jhon Sihombing SH mencuri uang  Gereja Rp 15 Juta padahal itu semua tidak benar. Lebih lanjut guna proses hukum dipersidangan Elpina Ris Imelda  dan M Jhon Sihombing SH menuntut harga diri dan proses hukum yang berlaku di NKRI sesuai pasal yang dikenakan 310-335- 170 KUHP sebenarnya  hal ini disampaikan Elpina Ris Imelda  dan M Jhon Sihombing  SH kepada Media ini.
Elpina Ris Imelda menuturkan,   Minggu 6 September 2015 sekira Pukul 19.30  “Naif  benar   Pendeta Wilfred ini kok teganya menghasut jemaat menyuruh menyerang saya dan suami di Apotik,  aku menduga Pendeta Wilfred sedang sakit kronis ini adalah  suka mengadu domba jemaat demi kepentingan pribadinya juga  dalang sekaligus  provokator penggerak massa  dari Jemaat GKPI Serdang  pada peristiwa  yang menyerang dan mendatangi Apotik Bersaudara di Jln Ampera Batang Kuis  terkait  Kasus Penghinaan, penyerangan dan pencemaran nama baik terhadap kami (pasangan suami isteri Jhon Sihombing  SH dan isteri Elpina Ris Imelda  adalah seorang bidan desa.
Terhadap  Polemik antara Jemaat Gereja GKPI Batang Kuis Kota Serdang Resort Serdang III Batang Kuis  dengan Pdt Wilfried yang dihunjuk sebagai saksi menurut dugaanku ia juga seharusnya dijadikan tersangka baru karena ikut menghasut, menyerang kami di Apotik tersebut tapi dalam tanda kutip saksi bisa juga jadi tersangka.
Sementara dalam persidangan dijelaskan Elpina bahwa Pdt Wilfried sebagai saksi saat hakim majelis bertutur, “ Anda sudah disumpah sebagai saksi katakanlah dengan jujur sesuai kebenaran, Kenapa sebagai Pendeta Pimpinan Jemaat, Saudara tidak bisa memediasi atau mendamaikan  adanya masalah ini?” tanya Hakim Majelis
Lalu Majelis bertanya lagi,“Apakah anda kenal dengan korban Elpina sebagai bendahara GKPI Resort Batangkuis menjadi konflik karena uang seperti dalam pasal persidangan ini sehingga Elpina mersa tidak senang nama baiknya tercemar akibat tudingan yang tidak bisa dibuktikan kesalahannya, Apakah Saudara pernah meminta uang  dari Bendahara Elpina Ris Imelda lalu Pdt  Wilfred menjawab  majelis hakim dengan kebohongannya, “Ada mediasi dan saya tidak ada menerima uang.”
Sementara pengakuan Elpina bahwa Pdt Wilfred ada menandatangani uang yang diterima lewat  kwitansi  dari bendahara (Korban Elpina-red) sehingga naif benar pendeta ini sudah disumpah sebagai saksi berani bohong terhadap Majelis Hakim pikir Elpina
Elpina menuturkan lagi bahwa Pdt  Wilfred disebutkan bahwa ia sudah sanggup  berbohong di depan majelis hakim yang dipimpimpin Hakim Samuel Ginting dkk dan Jaksa Miranda Sembiring membuat orang yang hadir dalam persidangan heran, kaget, geram dan ricuh. Sidang dilanjutkan tanggal 24  Agustus 2016
Paska sidang di tempat yang terpisah menurut salah seorang penatua tak mau disebut namanya menuturkan, “Masa  jabatan Bishop GKPI Pdt Patut Sipahutar, MT  bahwa Pdt Wilfried  telah di Non Aktifkan sebagai pendeta 22 September  2015 herannya  pada pergantian Bishop baru Pdt Oloan Pasaribu, MTh dan  Pdt Wilfried Ernanda Hutapea  kembali  bertugas (aktif) di tempat yang masih bergejolak dan menolaknya.“ ujarnya.
Penatua ini menghimbau agar  Bishop Pdt Oloan Pasaribu MTh harus berpikir jernih terhadap keputusannya mengaktifkan kembali di GKPI Batangkuis juga, nah dalam hal ini Bishop harus copot Pdt Wilfred Ernanda Hutapea STh yang tidak mampu sebagai Gembala yang baik  demi kedamaian dan kekondusifan, agar tidak ada image “Ada udang di balik peyek????“  Kalupun mau diaktifkan mengapa ditempat yang sama dan sedang bergejolak pula kan artinya menambah bensin ke dalam sekam api?? Kan ada baikanya ke tempat lain dipindahkan kalau ada pemikiran jernih Bishop????, ujar penatua GKPI tersebut
Penatua tersebut mempertanyakan background sang pendeta ini yang gelagatnya tidak seperti hamba Tuhan (koboi) Meskipun berulangkali melakukan kesalahan yang sama dilakukan Wilfried   seperti  peristiwa  bergejolak di Kota Pinang dan di Pekan Baru GKPI Pusat sudah pernah harus turun tangan, dan Jemaat  GKPI Batang Kuis resah  akibat  ulah Pdt Wilfred Ernanda Hutapea demi  kepentingan pribadi sang Pendeta yang terkesan “diktator “ mengkambing hitamkan  Berliana Silaban notabene seorang guru SD Neger ini  terkesan bodoh pernah dihukum Raja Adat telah memberi makan masyarakat satu desa  di Desa Serdang akibat perkataannya (Jabir) salah  terhadap keluarganya sendiri.(M Sihombing)

Kamis, 04 Agustus 2016

Ketua Pengadilan Tinggi Medan Tegaskan Putusan MA Sudah Inkrach

Kamis, 01 Oktober 2015

PLH Walikota Medan Resmikan BNI Kas Gaperta Jln Tengku Amir Hamzah Medan


BNI Unggul dan Terkemuka Dalam Layanan Kinerja The Bank Of Choice  

Medan, Sang Saka Merah Putih 
Kantor kas BNI yang baru di Jln Tengku Amir Hamzah Kecamatan Helvetia Medan hadir menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kota Medan semakin meningkat, untuk itu tentunya semua harus terus memacu gerak pembangunan Kota Medan dibidang ekonomi secara lebih cepat lagi, dan mengajak BNI   merupakan Bank yang unggul,terkemuka dan terdepan  dalam layanan dan kinerja Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh nasabah,dan selaku mitra pilihan utama (the bank of choice), sehingga dapat meningkatkan nilai investasi  yang unggul bagi insventor, menciptakan kondisi terbaik  sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya  dan berprestasi ,” 
dan untuk terus aktif terlibat dalam pembangunan Kota Medan, salah satunya untuk menguatkan UMKM sebagai soko guru prekonomian kerakyatan Kota Medan dan kedepannya agar semakin ditingkatkan, demikian tutur Plh Walikota Medan Ir Syaiful Bahri MM pada acara pembukaan operasional kantor Kas BNI Gaperta, Kamis (1/10) Jalan T Amir Hamzah Medan, hadir Deputi Direktur Pembangunan Bank OJK Wahyu Mardiansyah, Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut Subiantoro, Direktur Jaringan dan Layanan BNI Adi Sulistyowati, General Manager Jaringan dan Layanan BNI Iwan Abdi, Kepala Wilayah BNI  Medan Ahmad Fikri, Pemimpin BNI Kas Gaperta Harris Sirait dan pimpinan serta staf BNI lainnya. Selanjutnya tutur PLH Walikota Medan, "Berbagai peluang telah diciptakan untuk pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, diyakinai kedepannya akan semakin banyak nasabah BNI yang berhasil memotori gerak pembanagunan prekonomian Kota Medan, dan berharap kedepannya Bank BNI menjadi Bank pilihan masyarakat, dengan mengedepankan pelayanan prima dan berbagai kemudahan yang diberikan dapat meringankan persoalan keuangan yang dihadapi masyarakat" tuturnya
Ditambahkannya Syaiful mengucapkan “Selamat atas dibukanya kanor Kas BNI Gaperta ini, semoga kedepannya semakin banyak Nasabah, lokasi ini angat strategis keberadaannya akan mempermudah masyarakat untuk berurusan," imbuh Syaiful.

Sementara Kepala Wilayah BNI Medan Ahmad Fikri menjelaskan, ada dua kantor Kas BNI yang dibangun yakni Gaperta Medan dan di Aceh, sampai saat ini sudah sebanayk 103 kantor kas BNI di Indonesia, dengan hadir kantor kas BNI Gaperta  ini akan memberikan kontribusi kepada warga Kota Medan dan akan trus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khsususnya nasabah, dan BNI akan terus menggerakkan sektor usaha kredit kerakyatan.

Selanjutnya Direktur Jaringan dan layanan BNI  Ibu Adi Sulistyowati menuturkan Pasar konsumer banking di Indonesia merupakan terbesar di dunia. Memiliki struktur kependudukan yang mayoritas berada di usia produktif, pasar consumer banking menjadi sangat menjanjikan. Potensi pasar yang masih besar ini menjadi fokus BNI dalam mengembangkan berbagai produk dan layanan perbankan di setiap tahap kehidupan nasabah atau menjadi “Lifetime Banking Partner”. 

Sementara Harris menuturkan,"Siapmelayani masyarakat dengan baik karena BNI memiliki serangkaian produk untuk nasabah di segala tahapan usia dengan dimulai dari BNI Taplus Anak. Produk ini didesain untuk memberikan kesempatan kepada anak usia di bawah 15 tahun untuk menabung sejak dini dan belajar mengelola keuangan sendiri, serta melakukan transaksi perbankan secara mandiri baik di cabang, ATM, maupun melalui SMS banking, demikian tuturnya

Ditambahkan Harris bahwa Nasabah dapat juga melakukan transaksi belanja di berbagai tempat belanja. dapat memberikan pembiayaan kepada usaha feasibel namun belum bankable solusinya adalah dengan kredit Usaha Rakyat yang dapat diberikan kepada calon debitur Usaha mikro, Kecil, Menegah (UMKMK),KelompokUsaha dan lembaga Linkage, juga khususnya

Keunggulan BNI Taplus Anak adalah rekening tabungan dapat menggunakan nama anak sendiri yang dicetak di buku tabungan dan kartu ATM yang dapat didesain sesuai selera nasabah, serta bebas dari biaya pengelolaan rekening.  Ketika anak tersebut beranjak remaja, BNI terus membantu kebutuhan perbankan dengan tabungan BNI Taplus Muda yang dirancang untuk usia 15 sampai 25 tahun. Melalui layanan ini, nasabah dapat menikmati kenyamanan bertransaksi dengan berbagai layanan BNI lainnya dengan tingkat bunga yang kompetitif, imbuh Harris Sirait. (Salomo)

Senin, 28 September 2015

HUT ke 5 tahun Dewa Tay Seng Hud Co Vihara Avalokitesvara dihadiri Ribuan Jemaat

Salim Halim SH:
Harapan Hikmat Kita Bertambah dan Berarti

Medan,
"Hikmat HUT  Ke 5 Dewa Tay Seng Hud Co Rumah Ibadah Vihara Avalokitesvara bertambah seiring dengan usia yang bertambah, hidup kita pun menjadi semakin berarti, tidak sia-sia dan menyenangkan Yang Maha kuasa. Sebab, hidup kita menjadi semakin baik, benar dan adil. Sebaliknya, jika kebodohan yang bertambah, hidup kita malah menjadi semakin kehilangan arti, sia-sia dan mengundang murka Tuhan. Sebab, hidup kita menjadi semakin jahat, salah dan batil. Hidup berhikmat memang tak lain dari hidup yang mau dituntun oleh Tuhan. Sebab, hikmat itu sangat dekat .Kita berterimakasih dapat merayakan HUT  Ke 5 Dewa Tay Seng Hud Co Rumah Ibadah Vihara Avalokitesvara bersama jemaat yang senantiasa hidup rukun sebagai  umat Buddha dan fokus pada hukum spiritual alam semesta untuk mencapai pencerahan. Dharmakaya (mana-mana Buddha Alam) kadang-kadang direpresentasikan sebagai Buddha abadi dan dipandang sebagai kekuatan universal pemersatu, tutur SalimRibuan jemaat menghadiri Agenda Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 5 Dewa Tay Seng Hud Co  (Dewa Kera Sakti) di  Vihara Avalokitesvara Jl Dairi No 8 Medan berlangsung aman dan kondusif mengadakan sembahyang  syukuran kepada Yang Maha Kuasa dimulai sejak 27 September- 3 Oktober  2015 ditandai dengan ibadah bersama ribuan jemaat lebih kurang 300 anggota Avalokitesvara yang beragama  Budha dan terbuka untuk umum.

Hal ini disampaikan Salim Halim SH sebagai Ketua Panitia  didampingi Hendro dan jemaat lainnya menuturkan, 
Setiap kali berulang tahun, selalu ada harapan, agar jangan hanya usia kita, tetapi juga hikmat kita bertambah. Seperti kata penulis Amsal, "Karena (jangan hanya oleh kodrat, tetapi juga Mariah) oleh hikmat umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidup kita ditambah, Harapan besar yang digantungkan pada Pemilihan Umum 2014 untuk dapat melahirkan dan menghadirkan seorang pemimpin yang berintegritas, yang berorientasi kepada penyelesaian masalah dan kepada kesejahteraan rakyat.
Akhirnya, sambil menaikkan segala syukur, puji dan hormat kepada Tuhan yang dengan hikmat-Nya telah memimpin perjalanan hidup kita beribadah di Avalokitesvara selama 5 tahun, marilah kita mantapkan komitmen kita untuk terus berjalan ke depan, dalam langkah-langkah yang semakin satu dan semakin berhikmat, supaya keberadaan Dewa Tay Seng Hud Co  (Dewa Kera Sakti) di  Vihara Avalokitesvara di Medan Sumatera Utara  Indonesia dapat menjawab pelbagai tantangan yang ada di hadapannya. dengan demikian, jemaat sungguh-sungguh dapat merasakan semakin bermakna dan bermanfaat bagi kita sendiri, masyarakat, bangsa dan negara kita Indonesia.
Akhirnya "Selamat berhari-ulang-tahun ke-5 kepada setiap anggota jemaat dan simpatisan imbuhnya usai makan bersama alakadarnya dan menonton drama klasik dari Tiongkok di atas panggung.
imbuh Salim Halim SH.(Janfrico Simorangkir)